Seringkali orang mudah terpana dengan perangkat pendukung smartphone seperti powerbank, yang ditawarkan dengan kapasitas sangat besar namun dibanderol dengan harga yang murah. Pertimbangannya sekarang, apakah itu tidak menipu atau aman digunakan?
Powerbank dengan kapasitas 20.000 mAh dengan harga dibanderol Rp200 ribu mulai banyak di pasaran. Memang terdengar menggiurkan, apalagi bagi kalangan penggila barang murah.
Founder Gadtorade Community, Lucky Sebastian, mengatakan, banyak orang dengan pertimbangan harga, seringkali membeli berbagai macam perangkat pendukung seperti baterai atau charger yang bukan original.
Memang part original biasanya lebih dijual lebih mahal, akan tetapi part yang murah belum terjamin kualitasnya. Semakin murah, kemungkinan ada bagian penting dari part yang dibutuhkan demi kemananan diabaikan, misalnya apakah mengeluarkan arus dan tegangan yang sesuai ataukah tidak. Kemudian, apakah menggunakan kabel yang cukup besarnya dan lainnya.
“Demikian pula pada powerbank, orang sering terkesima hanya dengan besaran kapasitas dan harga. Misal ada powerbank 20.000 mAh dengan harga Rp200 ribu, sementara kebanyakan untuk ukuran kapasitas tersebut biasanya harganya di atas Rp500 ribu,” ucapnya.
Karena sulit mengukur kapasitas asli dari powerbank itu sendiri, menurutnya, banyak pengguna yang mudah dibohongi.
“Secara hitung-hitungan modal, jika dirasa tidak mungkin membuat powerbank dengan kapasitas 20.000 mAh seharga hanya Rp200 ribu. Kita harus menggunakan akal sehat karena part baterai yang baik memiliki harga yang mahal,” jelasnya.
Diterangkan Lucky, dibutuhkan komponen yang baik untuk membuat powerbank. Jika ingin membelinya, pertimbangan harus didasari banyak hal, bukan sebatas label angka besaran kapasitas saja.
Hati-Hati Penipuan
Lucky mengingatkan, pengguna harus berhati-hati memilih powerbank, karena sekarang banyak yang menempelkan logo brand terkenal pada produk powerbank palsu.
“Sebaiknya juga perlu hati-hati, karena banyak powerbank menggunakan nama-nama brand beken komplit dengan logonya, walau sebenarnya bukan buatan pabrikan tersebut,” ujarnya.
Menurut hemat Lucky, membeli di tempat yang resmi dirasa sangat penting untuk mendapatkan barang sesuai buatan pabrik.

0 komentar: