Category

Powered by Blogger.

3G ke 4G Ibarat Dari Mengendarai Mobil ke Kereta Super Cepat.

by Unknown  |  in TEKNOLOGI at  23:40


JAKARTA - Operator telekomunikasi optimis bahwa 4G akan menawarkan terobosan teknologi untuk mendorong perkembangan industri di Tanah Air. Adopsi 4G LTE juga tidak akan sesulit peralihan dari 2G ke 3G.


Rahmadi Mulyohartono, Head of Network Planning XL, Rabu (28/10/2015) mengatakan, adoption rate dari 2G ke 3G diakui lambat. Pada 2006 teknologi 3G muncul hingga 2014, adopsi hanya sebesar 30 persen.

Beberapa faktor yang membuat adopsi dari 2G ke 3G lelet, salah satunya karena mahalnya handset 3G saat itu. Layanan berbasis pesan singkat (SMS) dan voice (percakapan telefon) yang dianggap lebih familiar atau populer juga membuat adopsi 3G lebih lambat.

Hingga saat ini, pengguna 2G tetap yang terbesar dengan prosentase 70 persen. Bila diumpamakan, pengguna yang beralih dari 2G ke 3G ibarat dari naik sepeda tradisional ke sepeda motor.

Hal ini berbeda dengan adopsi 3G ke 4G. Umumnya, mereka yang sudah familiar atau memiliki kebutuhan pada layanan data, maka pengguna bisa mendapatkan speed internet yang lebih tinggi serta latency yang lebih rendah.

"Adoption rate pelan (2G ke 3G), sementara 3G ke 4G seperti orang beralih dari mengemudikan mobil ke kereta cepat," ungkapnya.

Ditambah ketersedian handset 4G yang semakin murah, bahkan Kemenkominfo mendukung perusahaan untuk mengeluarkan ponsel 4G dengan harga di bawah Rp1 juta. Hal ini mendorong orang dengan mudah pindah ke 4G

0 komentar:

Proudly Powered by Blogger.