GIZA – Pemerintah Mesir akan menggunakan tekonologi tinggi dalam melakukan upaya penelitian. Hal ini dilakukan untuk mengungkap rahasia piramida di Mesir.
Para ahli dari Prancis, Jepang, Kanada, dan Mesir akan bekerja sama untuk meneliti empat piramida Firaun dengan meggunakan sinar infra merah dan peralatan teknologi canggih lainnya.
Piramida yang akan diteliti adalah dua yang berada di Giza dan dua lagi di Dashur, dengan salah satu perhatian adalah pada ruang tersembunyinya.
Selain itu, para ahli juga ingin mendapatkan informasi lebih banyak tentang bagaimana piramida-piramida tersebut dibangun.
"Kelompok khusus ini akan melihat apakah masih ada ruangan tersembunyi dan rahasia lain di dalam piramida," jelas Menteri Barang Purbakala Mesir, Mamduh al-Damati, dalam konferensi pers di Giza, Minggu 25 Oktober.
Dia menegaskan para ahli akan melakukan penelitian dengan menggunakan tekonologi yang tidak akan merusak piramida.
Sebelumnya, pihak berwenang Mesir juga sudah memberi izin untuk menggunakan teknologi serupa dalam upaya mencari hilangnya makam Ratu Nefertiti, yang diperkirakan mungkin berada di balik dinding makam Tutankhamun.
Pada Agustus 2015, Dr Nicholas Reeve dari University of Arizona, AS, menyatakan, menemukan dua pintu di makam Tutankhamun, dan salah satunya diduga mengarah ke makam Ratu Nefertiti

0 komentar: